oleh

Sosialisasi Bahaya Narkoba, Radikalisme dan Terorisme Warnai TMMD reguler 108 Sragen

-SRAGEN-24 views

Sragen – HARIANSOLORAYA.CO.ID–Ancaman Narkoba, radikalisme dan terorisme akan selalu mengintai masyarakat, apalagi saat ini yang menjadi sasaran adalah generasi muda. Untuk itu, generasi muda ini perlu ditekankan pemahaman akan bahaya yang sudah meresahkan masyarakat tersebut.

Satgas TMMD reguler ke – 108 Sragen bekerja sama dengan
Polsek Sukodono, mengadakan Sosialisasi tentang wawasan nusantara dan kebangsaan, narkoba dan bahaya paham radikalisme serta terorisme di Balai Desa Jati Tengah kecamatan Sukodono dalam wilayah Hukum Sragen. Rabu (07/07/2020).

Danramil 13 Sukodono Kapten Inf Mastha Hari Yudha didampingi kepala Desa Jati Tengah dan Babinkamtipmas mengatakan, “dalam mensosialisasi tentang bahayanya Narkoba, Radikal dan Terorisme merupakan program dari TMMD reguler 108 Sragen kali ini, kalau dulu hanya pada satu titik desa dimana desa yang mendapat kesempatan untuk di bangun dalam TMMD, sekarang sudah berubah untuk sasaran non fisik seperti penyuluhan dan yang lainnya bisa dilakukan di desa desa seputaran kecamatan Sukodono”. paparnya

Brigadir Polisi Kepala Wido setiyowoko SH selaku narasumber menjelaskan
bahwa penyuluhan Kamtibmas, narkoba, radikalisme dan terorisme adalah sebuah upaya secara sadar dan berencana yang dilakukan untuk memperbaiki prilaku manusia, sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan, yakni pada tingkat sebelum seseorang menggunakan narkoba, agar mampu menghindar dari penyalahgunaannya, juga untuk menghindari Paham radikal dan terorisme yang tidak sesuai dengan Pancasila, UUD 45 serta NKRI.

Wido menambahkan pihaknya mensosialisasikan tentang paham bagaimana mencegah bahaya narkoba serta bahaya paham radikalisme dan terorisme kepada para masyarakat. Selain itu pihaknya juga menjelaskan paham Radikalisme dan Anti Pancasila merupakan paham yang salah dan dapat merubah Idiologi Negara kesatuan Republik Indonesia.

“karena merubah Idiologi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat merusak tatanan dan sendi sendi kehidupan yaitu dengan merubah Pola pikir yg dapat membuat seseorang mau melakukan tindakan yg bersifat Anarkis dan Mengancam keamanan masyarakat dan Negara”. ujar Wido

Semoga melalui kegiatan ini masyarakat khususnya kaum muda dapat menghindari penyalahgunaan narkoba dan juga agar masyarakat dapat mencegah,serta memfilter diri dari paham radikalisme dan teroris pada wilayah hukum Kecamatan Sukodono.

SHARE

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI