oleh

Respons Airlangga Soal Urutan Kemudahan Berbisnis RI Mandek

Jakarta, Hariansoloraya.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim aktivitas bisnis di Indonesia meningkat dari segi nilai, meski belum cukup mengangkat posisi kemudahan berbisnis Indonesia dibanding negara-negara lain.

Hal itu disampaikan menanggapi laporan Doing Business 2020 yang diterbitkan Bank Dunia per 24 Oktober 2019. Laporan mengukur regulasi dan kebijakan di 190 negara dalam kurun waktu setahun. Dalam laporan itu terungkap bahwa peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia berada stagnan di posisi 73.

“Dengan posisi yang tetap (stagnan) di beberapa tahun terakhir ini, ada peningkatan dari segi nilai. Tapi peningkatan dari segi nilainya belum cukup untuk mengangkat kita punya prestasi,” ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (25/10).

Airlangga justru menekankan bahwa posisi Indonesia dalam laporan tersebut masih berada di atas beberapa negara ASEAN lain.

“Kami pikir dari berbagai negara di ASEAN posisi kita cukup oke lah kita nomor 6 di atas Brunei Darussalam. Vietnam sendiri masih di bawah kita,” tambah Ketua Umum Partai Golkar itu.

BACA JUGA :

BI Sebut Pekan Ini Dana Asing Keluar Rp230 Miliar

Dihimpun dari laporan Doing Business 2020 oleh World Bank, kemudahan menjalani bisnis di Indonesia dinilai baik dengan hadirnya kemajuan digital untuk lisensi bisnis dan sertifikat elektronik.

Secara spesifik disebutkan, Surabaya menjadi kota yang mengalami kenaikan kualitas kemudahan berbisnis, karena pasokan daya meningkat seiring dilakukannya pemeliharaan jaringan listrik.

Di sisi lain, sistem pembayaran pajak di Indonesia dinilai lebih mudah karena sistem pengarsipan dan pembayaran online diterapkan di Surabaya dan Jakarta.

“Pembayaran pajak dan yang paling menarik itu adalah enforcing contract. Karena itu menjadi penting, jadi bagaimana kontrak itu dihormati,” ujar Airlangga. (Red)

1
SHARE

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

BERITA TERKINI