oleh

Pengakuan Pemilik Lahan Tanah Di Desa Belabori Kalau Tambang Yang Dikelolah CV Risma Jaya, Bukanlah Ilegal

-DAERAH-66 views

GOWA—HARIANSOLORAYA.CO.id–Menindaklanjuti pemberitaan yang sebelumnya, sempat hangat diberitakan, terkait pengusaha tambang, “CV Risma Jaya, yang berlokasi di di Dusun Pasotanae, Desa Belabori, Kecamatan Parangloe, Minggu (7/7/2020).

Dikatakan dalam pemberitaan sebelumnya, yang banyak beredar dari media online, kalau CV Risma Jaya melakukan penambangan dan tidak memiliki ijin dari pemerintah pusat, khususnya ijin dari pertambangan.

Ini tanggapan dari pemilik lahan yang memiliki sertifikat diatas tanah lahan tersebut.

“Saya atas nama ibu Yulianti selaku pemilik lahan tanah yang terletak di dusun Pasotangngae desa Belabori kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa, dengan ini menyampaikan,”hal kebenaran terkait tambang, yang dikelolah CV Risma Jaya, di dusun Pasotangngae desa belabori kecamatan parangloe kabupaten gowa, menurut sebagian media dan masyarakat adalah ilegal dan tidak memiliki ijin penambangan.

Maka dari itu, ‘saya Yulianti bersama adik saya Udin menyampaikan kalau tambang yang dikelolah selama ini CV Risma Jaya sama sekali Bukanlah Ilegal, Tetapi itu adalah resmi dan berlangsung kesepakatan kerja antara kami sekeluarga Yulianti (Red) dengan CV Risma Jaya dan sudah berjalan selama Dua Tahun.

Ditempat yang sama, “Asril, salah satu kepercayaan pengelolah CV Risma Jaya saat disambangi awak media Mengatakan, “Bahwa Kami tidak mungkin melakukan penambangan jika tidak disertakan ijin resmi dari pusat, dan surat keterangan reproduksi tambang mineral Non Logam dan batuan, tuturnya.

Berdasarkan lahan/Tanah yang saya punya tutur Yulianti, jelas bersertifikat beratas namakan ayah saya selaku pemilik tambang, “saya Yulianti membenarkan, “bahwa kami dan CV Risma Jaya yang salah satu Putri pemilik dari Bapak Haji kadir nyampa, yang juga selaku Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Provinsi Sulsel “bahwa Benar,” saya selaku pemilik sudah melakukan kerja sama selama dua tahun lamanya sampai saat ini, dan bukan dalam ketegori tambang ilegal, dikarenakan memiliki keabsahan Dokumentasi lengkap berdasarkan ijin resmi yang kami miliki.

Dalam hal tersebut, awak media berusaha menelusuri terkait pemberitaan yang sebelumnya. Dalam investigasi awak media menemukan titik terang, bahwa pemberitaan sebelumnya diduga bernilai sepihak yang tidak melakukan konfirmasi.

Terkait dari pada itu dewan penasehat AWPI Provinsi Sulsel Haji Muhammad Kadir Nyampa, akan melakukan pelaporan ke pihak kepolisian, terkait prihal lokasi yang selama ini dikelolah salah satu Oknum masyarakat tanpa menyampaikan pemberitahuan kepada CV Risma Jaya selaku Pengelolah.

Dengan adanya kejadian tersebut, Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia AWPI provinsi sulsel, Hariadi Talli akan terus memantau kasus tersebut sampai tuntas.(*)***

SHARE

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI