oleh

Papan Bicara Yang Dipasang Oleh LSM LPHAM Diduga Salah Alamat Oleh Ahli Waris Tibu Bin Forra

HARIANSOLORAYA.CO.ID–, Gowa- Ahli waris Tibu Bin Dorra, Bonto Dg Mile Warga Dusun Tunirannuang Desa Mandalle Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa kaget setelah tanah miliknya yang merupakan hibah dari orang tuanya kepadanya seluas 40 are dengan nomor persil 2D 11 Kohir nomor 883 C1 dipasangi papan nama atas nama Baciko Dg Nyarrang.

Setelah melihat adanya papan nama yang dipasang di tanah miliknya Bonto Dg Mile kemudian menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah Desa Mandalle, oleh Pemerintah desa mandalle disuruh tenang dan tidak terprovokasi sambil menunggu petunjuk dari pemerintah desa.

Bonto Dg Mile yang ditemui oleh Awak Media ini mengatakan bahwa Tanah tersebut merupakan tanah pemberian orang tuanya sesuai surat Rincik dan Surat Putih atas nama Tibu Bin Dorra seluas 40 are

Bonto Dg Mile selaku Ahli Waris berharap kepada pemerintah agar kiranya bisa menyelesaikan perkara ini dengan sebaik-baiknya.

Sementara Nurdin Dg Sewang selaku Ahli Waris dari Batjiko Bin Nyarrang, saat dikonfirmasi mengenai pemasangan papan bicara tersebut kepada Awak Media mengatakan bahwa saya melakukan pemasangan Papan Bicara tersebut, karena saya merasa tanah tersebut merupakan tanah milik kami sesuai nomor rincik atas nama Batjiko Bin Nyarrang dengan nomor persil : 2 D ll Kohir : 994 C1 seluas 35 are yang tercatat dalam buku C Mattiro Baji No 25.

Nurdin Dg Sewang menambahkan bahwa dirinya siap dimediasi oleh Pemerintah Desa dan apabila dalam mediasi tersebut pihak tergugat bisa memperlihatkan hak kepemilikannya maka Saya bersedia menyerahkan tanah tersebut kepadanya,” tuturnya.

Sementara Kepala Desa Mandalle Zainal Naro saat ditemui oleh Awak Media mengenai masalah sengketa tanah wrganya mengatakan bahwa dirinya juga terkejut dan sangat menyayangkan tindakan oleh saudara Muh. Basri dari LPHAM selaku yang dikuasakan oleh penggugat tanpa melakukan kordinasi dengan saya selaku pemerintah desa dan melakukan pemasangan papan bicara.

“Semestinya saudara Muh.Basri yang dikuasakan oleh penggugat untuk pendampingan masalah ini mestinya melakukan koordinasi dengan saya selaku pemerintah Desa,” katanya.

Zainal Naro selaku Pemerintah Desa Mandalle menambahkan bahwa hari Jumat, 20/03/2020 kami memediasi kedua belah pihak di kantor desa Mandalle, semoga dalam mediasi yang akan kita latsanakan masalah ini bisa diselesaikan dan kita berharap kedua belah pihak bisa menerima hasil pertemuan tersebut,”harapnya.(Syarif Lawa/BT)

SHARE

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI