oleh

Oknum Pengacara Di Duga Akan Suap Wartawan CakraMediaNews

Wartawan CakraMediaNews Diduga Akan Di Suap Oknum Pengacara

Kendal – Upaya yang dilakukan oleh oknum pengacara yang tergabung dalam N&N Patners yang berkedudukan di Kebondalem, Kendal sunggguh tidak simpatik dan terkesan melecehkan Profesi Wartawan dengan cara mencoba memberikan uang suap damai 500 ribu rupiah, hal tersebut justru diungkap oleh anggota engacaranya sendiri Mustofa, SH saat awak  media melakukan kontak via telpon dengannya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya bahwa peristiwa tersebut berawal dari salah satu Wartawan Media CakraMediaNews.id yang di somasi oleh mereka gara-gara memberitakan tentang masyarakat desa Pekuncen Kendal Jawa Tengah yang mengadukan dugaan Pokmas didesanya melakukan Pungli atas program PTSL, pungutan uang untuk penerima bantuan benih jagung serta ketidak transparanan penggunaan anggaran baik itu ADD maupun DD Ke Inspektorat, Kejaksaan serta ke Polres.

Dampak dari pemberitaan tersebut media CakraMediaNews.id disomasi oleh pengacara yang mewakili klien-nya saudara Budi mantan Kepala Desa Pekuncen serta Nurosyid Ketua Pokmas di desa yang sama.

Dalam perjalanannya, ada upaya perdamaian setelah pihak pengacara melakukan pendekatan kepada Pimpinan dilembaga dimana wartawan tersebut bernaung.

Namun sayangnya kesepakatan tersebut tidak dilaksanakan sesuai dengan keputusan yang diambil bersama yaitu, pihak pengacara akan mencabut somasi yang diberikan serta akan memberikan hak jawab kepada pihak media cakramedianews.id dalam waktu satu hari.

Hak jawab yang akan diberikan molor sampai berminggu-minggu dan akhirnya diberikan juga, namun yang membuat kecewa adalah pihak pengacara saat memberikan somasi dari pihak N&N Patners yang berkedudukan di Kendal.

Dalam pencabutan somasinya justru bukan dari pihak N&N Patners tapi dari pihak salah satu BPPH ormas yang berkedudukan di Pekalongan.

Oleh karena antara yang memberi somasi dan mencabut somasi adalah lembaga yang berbeda, maka pencabutan somasi tersebut di abaikan saja dianggap tidak ada.(Nardi/red)

 

1
SHARE

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI