oleh

Ingin Jadi YouTuber ? Simak 8 Tips Ini Biar Banjir Cuan

Jakarta, HarianSoloRaya – Melihat kesuksesan para konten kreator dan influencer di YouTube kini, banyak banyak orang yang ingin menjadi YouTuber. Namun nyatanya hal tersebut tidak mudah dijalani, apalagi jika konten yang dihasilkan tidak menarik banyak penonton untuk menambah views atau subscribe saluran tersebut.

YouTuber Harus Menjadi Diri Sendiri

Youtuber sekaligus wirausaha asal Portlandia Jade Darmawangsa menyatakan pentingnya bagi pembuat konten untuk menjadi diri sendiri saat memutuskan menjadi konten kreator di YouTube. Jika kepribadian YouTuber dibuat-buat, maka bisa dipastikan karirnya sebagai konten kreator tidak akan bertahan lama, sebab penonton pandai menilai tayangan yang mereka tonton.

“Karena saat seseorang berlangganan ke suatu saluran, mereka pasti sudah mempercayai sang YouTuber,” ucap Jade yang memiliki 245 ribu pelanggan di salurannya.

Berikan Tema yang Konsisten

Sebagai YouTuber fesyen yang bermukim di Filipina, Justricia mengatakan penting bagi seorang pembuat konten untuk selalu menghadirkan tema yang konsisten dalam salurannya. Contohnya, jika dari awal kreator membuat saluran khusus fesyen, harus konsisten dengan tema tersebut, jangan tiba-tiba mengubah tema ke konten gaming dan lainnya.

“Pelanggan pada awalnya berlangganan saluran tersebut karena sesuai dengan ketertarikan mereka. Jika berubah tentu pelanggan kebingungan dan berhenti mengikuti satu saluran,” ucap Justricia yang memiliki 305 ribu pelanggan.

Penting! YouTuber Harus Ekspresif

Menurut YouTuber sekaligus pesulap asal Bali, Yudhist Ardhana mengungkapkan penonton akan mengikuti emosi dari si YouTuber ketika sedang menyaksikan video-video di saluran tersebut.

Namun ada saatnya penonton akan merasa bosan jika pembuat konten juga membosankan atau tidak ekspresif. Maka menurut YouTuber yang memiliki 4,6 juta pelanggan ini, konten kreator harus bisa ekspresif dalam video-videonya.

Jangan Lupa Jadwalkan Konten Videomu

Selain itu, Yudist juga membagikan trik agar pembuat konten sebaiknya konsisten dalam mengembangkan dan membuat konten di saluran YouTube mereka. Pembuat konten bisa mengunggah video yang terjadwal sehingga para pengikutnya bisa menanti konten terbaru.

“Subscriber akan menunggu video baru dari YouTuber yang mereka subscribe. Kalau tidak ada video baru dalam waktu yang lama, mereka bisa berpindah ke saluran lain,” imbuh Yudist dalam videonya.

Paparkan Ide Menarik dan Segar

Yudhist menuturkan, pembuat konten bisa memanfaatkan fenomena yang sedang viral untuk menginspirasi video yang hendak diproduksi. Ia mencontohkan fenomena ‘Baby Shark’ beberapa waktu lalu memunculkan sejumlah konten kreatif dengan gaya dan keunikan masing-masing YouTuber.

Isi Konten Sudah Oke ? Jangan Lupa Unggah Video yang Banyak

Yudhist juga menyarankan agar YouTuber mengunggah lebih banyak konten video ke saluran mereka. Menurutnya dengan semakin banyak video, maka calon penonton atau subscriber bisa melihat keseriusan hingga tertarik untuk berlangganan.

“Jika belum mengunggah puluhan atau bahkan ratusan video, jangan berharap mendapatkan subscribers,” ungkapnya.

Berikan Judul yang Picu Rasa Ingin Tahu dan Pasang Thumbnail yang Menarik

Sebagai pembuat konten tata rambut, fesyen, dekorasi rumah, dan benda-benda yang dibuat sendiri (do it yourself), Raven Elyse mengingatkan pembuat konten sebaiknya memilih judul video yang memicu rasa ingin tahu penonton sebagai aspek penting yang harus diperhatikan.

Judul menjadi hal pertama yang dilihat penonton sebelum memutuskan untuk menyaksikan video tersebut. Pembuat konten bisa mempertimbangkan judul yang menarik, memicu rasa ingin tahu, berupa pertanyaan, menyimpan misteri, atau sedikit drama.

Selain itu, Elyse mengingatkan pembuat konten harus membuat thumbnail yang menarik dan jelas. “Sebisa mungkin thumbnail video menampilkan peristiwa terunik yang ada di dalam video tersebut agar penonton tertarik untuk menonton,” jelas YouTuber yang mengantongi 1,2 juta pelanggan di salurannya itu.

Siapkan Peralatan Memadai dan Jangan Lupa Promosi

Setelah memikirkan isi konten, Yudhist menegaskan pembuat konten juga tak bisa mengabaikan faktor pendukung berupa peralatan video. Hasil video minimal berkualitas high definition (HD) menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi.

“Sebenarnya bisa saja merekam pakai kamera ponsel, tapi setelah melakukan riset untuk membuat kualitas video menjadi lebih baik lagi sebaiknya siapkan peralatan yang memadai,” ucapnya.

Jika semua aspek di atas telah dipenuhi, pastikan pembuat konten membuat promosi untuk salurannya menggunakan media apa pun. Yudhist mengatakan media sosial menjadi cara paling mudah dan murah untuk ajang promosi.

“Untuk mempromosikan pekerjaan, seseorang butuh tanda pengenal sederhana yaitu kartu nama, yang harus dibagikan ke orang-orang. Sama halnya dengan YouTuber yang harus promosi saluran dan kontennya, cara paling mudah melalui media sosial,” tutupnya. (Red)

SHARE

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI